Sinaga, Tiara and Krey, Yohanes Erwin (2026) Analisis Perbandingan Volume Pekerjaan Timbunan Berdasarkan Data LiDAR dan Total Station pada Proyek Tanggap Darurat Bencana Alam Koridor Sibolga-Padang Sidempuan. Diploma thesis, Politeknik Pekerjaan Umum.
PERSETUJUAN-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Download (613kB)
COVER-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Download (390kB)
LEGALITAS-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Download (3MB)
ABSTRAK-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Download (478kB)
BAB I-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Download (424kB)
BAB II-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (912kB) | Request a copy
BAB III-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
BAB IV-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (989kB) | Request a copy
BAB V-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Download (450kB)
DAFTAR PUSTAKA-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Download (527kB)
LAMPIRAN-Tiara-232080-Yohanes-232138-Tugas Akhir-2026.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB) | Request a copy
Abstract
Perhitungan volume pekerjaan timbunan yang akurat merupakan hal penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan tanah suatu proyek konstruksi. Hal tersebut diterapkan pada area detour Jembatan Garoga 2 (STA 45+075-45+250) dalam Proyek Paket Penanganan Mendesak Tanggap Darurat Bencana Alam Koridor Sibolga-Padang Sidempuan. Permasalahan pada penelitian ini adanya besaran selisih pada hasil perhitungan volume terhadap pengukuran dengan menggunakan LiDAR dan Total Station dengan tujuan mengetahui besaran selisih volume timbunan tersebut. Pengolahan data dilakukan menggunakan software Autodesk Civil 3D dengan menerapkan metode perhitungan Average End Area dan Prismoidal. Hasil analisis menunjukkan selisih dari kedua metode memiliki nilai yang berbeda. Pada metode Average End Area nilai selisih volume sebesar 128.93 m^3 dengan persentase 5.85%, sedangkan pada metode Prismoidal memiliki nilai selisih volume sebesar 125.92 m^3 dengan persentase 6.15%. Perbedaan tersebut diakibatkan terhadap kerapatan titik pada hasil pengukuran LiDAR dan Total Station. Kesimpulannya, tingkat kerapatan titik data pengukuran pada alat sangat memengaruhi hasil perhitungan volume, sehingga pemilihan metode perhitungan harus disesuaikan dengan karakteristik alat yang digunakan saat melakukan survei.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN/NIDK Email |
| Additional Information: | 2026 TKJJ 80-38 |
| Uncontrolled Keywords: | Volume Timbunan, LiDAR, Total Station, Average End Area, Prismoidal |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan Dan Jembatan > Teknologi Konstruksi Jalan Dan Jembatan D3 |
| Depositing User: | Tiara Salsabila Sinaga |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 03:52 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 03:52 |
| URI: | https://eprints.politeknikpu.ac.id/id/eprint/1083 |
