Riza, Khairul and As'ari, Regina (2026) PENANGANAN MENDESAK TANGGAP DARURAT BENCANA ALAM JALAN DAN JEMBATAN RUAS JALAN TARUTUNG – SIPIROK – PADANG SIDIMPUAN, SUMATERA UTARA. Technical Report. Politeknik Pekerjaan Umum, Semarang. (Unpublished)
PERSETUJUAN PUBLIKASI-Khairul-232094-Regina-232095-Laporan Magang-2026.pdf
Download (469kB)
COVER-Khairul-232094-Regina-232095-Laporan Magang-2026.pdf
Download (297kB)
FULL REPORT-Khairul-232094-Regina-232095-Laporan Magang-2026.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (28MB) | Request a copy
Abstract
Survei pendahuluan merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan maupun penanganan infrastruktur jalan karena menghasilkan data topografi yang menjadi dasar penyusunan desain teknis. Perkembangan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) memberikan alternatif dalam pelaksanaan survei topografi selain metode terrestris menggunakan Total Station (TS). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil surface antara metode LiDAR dan terrestris melalui analisis cross section, serta membandingkan tingkat kemudahan dan biaya pelaksanaan kedua metode pada pekerjaan survei pendahuluan Penanganan Mendesak Tanggap Darurat Ruas Jalan Tarutung – Padang Sidimpuan, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Data diperoleh dari hasil pengukuran topografi menggunakan LiDAR dan Total Station pada lokasi yang sama, kemudian diolah menggunakan Autodesk Civil 3D untuk membentuk surface dan menampilkan cross section sebagai dasar perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surface yang dihasilkan kedua metode memiliki perbedaan elevasi pada beberapa penampang melintang (cross section), di mana hasil pengukuran Total Station cenderung menghasilkan elevasi yang lebih tinggi dibandingkan LiDAR pada beberapa titik pengamatan. Dari aspek pelaksanaan, metode LiDAR memiliki tingkat kemudahan yang lebih tinggi karena proses akuisisi data lebih cepat dengan cakupan area yang lebih luas. Namun, dari aspek biaya, metode terrestris menggunakan Total Station lebih ekonomis dibandingkan LiDAR. Dengan demikian, LiDAR lebih sesuai digunakan pada pekerjaan yang membutuhkan kecepatan pengumpulan data di area yang luas, sedangkan metode terrestris tetap menjadi pilihan yang baik apabila mempertimbangkan efisiensi biaya serta kebutuhan pengukuran detail di lapangan.
| Item Type: | Monograph (Technical Report) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN/NIDK Email |
| Uncontrolled Keywords: | LiDAR, Total Station, Cross Section, Surface |
| Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan Dan Jembatan > Teknologi Konstruksi Jalan Dan Jembatan D3 |
| Depositing User: | Khairul Riza |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 06:15 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 06:15 |
| URI: | https://eprints.politeknikpu.ac.id/id/eprint/1304 |
